
Setelah menonton di Oprah Winfrey Show tentang "Bullying" ini memang gigiku menggemeretak geram. Entah apa ya Bullying ini bahasa Indonesianya..tukang palak kali ya...eh nggak juga, karena the Bullier ini kadang bukan hanya malak, tapi juga mengejek, menghina, menekan, menakut2i bahkan mengancam akan melakukan sesuatu bila si korban tidak mengikuti kemauannya. Bullier beraksi disekolah2, menakuti2 anak2 lemah yang biasanya baik n pintar, kesayangan guru atau bahkan cantik atau ganteng.
Di Oprah Show itu 2 orang ibu maju menceritakan gimana anak kesayangan mereka Carl Walker-Hoover (11 thn)n Jaheem Herrera (juga 11 tahun) bunuh diri dgn menggantung diri mereka karena sudah tidak tahan lagi di buli disekolah. Cerita kedua orang ibu ini hampir sama yaitu anak mereka anak yang manis n tidak nakal maka dr itu dijuluki "homosex" sama temen2nya si pembuli tadi...Bertahun2 bukanlah keadaan yang mudah bagi seorang anak menerima ejekan tersebut yang bahkan kalau kita tanya pada mereka apa itu homosexual belum tentulah mereka bisa menjawab secara benar. Bukan tak ada usaha yang diambil oleh si orang tua..selain mendatangi sekolah memohon perlindungan pada guru n kepala sekolah mereka juga mendatangi anak2 yang membuli anak2 mereka bahkan mengajak anak mereka ke psykiater ato motivator supaya sianak tidak hilang semangat ato bahkan terganggu jiwanya.
Arrghh..bisakah anda bayangkan penderitaan anak kelas 5 SD yg setiap hari diledekin n diejek homosexual oleh kawan2nya dgn tak ada yang membela?
Satu perkara yang sangat amat mengejutkan adalah ketika Oprah bertanya apa biasanya yg dilakukan atau dinasehatkan para ortu tsb tatkala anak mereka mengadu. Secara bersamaan mereka berkata bahwa mereka biasanya hanya menyuruh anak2 mereka untuk bersabar n menjauhi teman2 yang nakal tersebut. Dan ternyata sodara2 setanah air sekalian...menurut Dokter Pakar yang diundang Oprah keacaranya itu...jawaban yang menyuruh anak2 untuk bersabar n "hanya" menjauhi teman2nya yg nakal itulah yang menambah tingkat kedepresian si anak. Yang akhirnya si anak merasa tak ada lagi t4 untuk mengadu n berlindung. Lalu jawaban apa yang paling benar apa bila anak2 anda dibuli? LAWAN! LAWAN! LAWAN! Ya itulah jawaban yang paling tepat..kalau badan anak anda lebih kecil ajarilah dia agar mempunyai "body language" yang besar. Apa maxutnya??? kadang bahasa tubuh anak kitapun sudah menunjukkan bahwa anak kita emang enak untuk dibuli n merupakan mangsa buli yang empuk buat sipembuli2 tadi.Sorot mata yang sayu gerak badan yang klemer2 n malu2 adalah satu tanda2 empuk bwat sipembuli. Anda bisa memasukkan anak2 anda dikelas2 bela diri yang banyak bertebaran dimana2, ajari anak anda untuk selalu menatap lawan bicaranya n mempunyai harga diri yang tinggi. Sekali2 biarkan mereka ikut kelas sparing yang memang harus membwat mereka berduel satu lawan satu.
Oh Tuhan..aq berdebar sendiri..jauh sebelum menonton Oprah ini..aq juga adalah seorang ibu yang punya pengalaman kurang lebih sama. Walau masalahnya hanya masalah kecil anak2 tapi ibu mana yang nggak geram kalau bolak balik anaknya nangis ngadu diganggu si anu diganggu si itu baik disekolah ato sedang bermain bersama dgn teman2nya. Dulu dgn harapan anakku akan menjadi anak yang baik, lemah lembut dan penuh sopan santun aq selalu mengajari mereka untuk berbaik2 dengan semua orang..." jangan berkelahi ya nak...jangan suka ganggu orang lain duluan n kalo orang lain ngganggu kita duluan anak bunda lari ajah ya..ato maen sama yang lain"
Tapi hasilnya anak kita jadi bulan2an...nangis, penakut, cengeng n akhirnya minta ditemenin n ditungguin kemana2. Sungguh mengesalkan n merepotkan..melapor keortu sianak tsb ato keguru tidak menyelesaikan masalah..biasanya malah menambah masalah krn si ortu itu biasanya tidak akan langsung percaya n malah akan membolak balikkan masalah n fakta...Ke guru? Tentu ini jalan pertama yang terbaik...lalu kalo jawabannya selalu begini? "nantilah akan kami panggil anak anda n anak yang menakalinya". Seminggu.. dua minggu... tiga mingu anda menanti... adakah perubahan?? Sementara si pembuli ini biasanya bekerja dalam bentuk kelompok yang sangat setia kawan n kuat ikatannya. Jika seorang guru bertanya apakah bener si anu mengganggu si ini..teman2 satu gank sipembuli ini akan dgn sangat cermat membela teman mereka mati2an n bahkan menyalahkan anak kita yang membuat guru akhirnya percaya n tidak melakukan tindakan apa2.
Lalu ketika anak lanang semata wayang ku ituh "dibuli" dgn julukan pendatang haram disekolahnya atau panggilan Indon atau juga dengan kata2 kasar yg menayakan apakah dia ada pasport dinegara ini. Apalagi yang aq katakan kepada anakku tersayang ini kalau bukan "TONJOK AJA TUH ANAK! PEGANG KERAH BAJUNYA N TANYA DIA MAU APA?" ...Astaghfirullaaaaah...qiqiqiqi..
Dan ketika pada suatu hari dia pulang dengan bangga mengatakan bahwa dia tadi berkelahi disekolah dan sudah membuat jidat dipembuli tadi benjol maka aq memberikan "HI-FIVE" n pelukan yang paling hangat hehehehe..." THAT'S MY BOY!" kataku.
N Benar sodara2..tak ada lagi ejekan ituh...semua sekarang menghormatinya..dia malah jadi pemain basket sekolahnya, ketua kelas n siswa berprestasi yang disukai ( cewek2 n ) sahabat2nya. Tentu setelah itu anda harus jangan lupa untuk tetap menasehatinya supaya jangan sombong n tetap merendah hati. Jangan mengganggu orang duluan adalah harga mati.
Argghh kenapa OPRAH nggak ngundang aq aja sebagai pembicara seeehhh...!!!







